Get Adobe Flash player

AGENDA TAHUNAN KPU

1. Pemilu BUPATI 2008
2. Pemilu LEGISLATIF 2009
3. Pemilu PRESIDEN 2009
4. Pemilu GUBERNUR 2012
5. Pemilu BUPATI 2013
6. Pemilu LEGISLATIF 2014
7. Pemilu PRESIDEN 2014

GALERY KEGIATAN KPU KUBU RAYA

Tiga Kabupaten Tetap Nomor Urut Paslon

60logokalbar

kpu-kalbarprov.go.id - Tiga Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten telah melaksanakan rapat pleno terbuka pencabutan nomor urut pasangan calon peserta pemilihan bupati dan wakil bupati, Selasa (25/8). Tiga KPU kabupaten tersebut, yakni Kabupaten Kapuas Hulu, Melawi dan Kabupaten Sintang.

“Sementara empat kabupaten lainnya, Kabupaten Ketapang, Sambas, Bengkayang dan Kabupaten Sekadau akan melakukan proses pencabutan nomor urut pasangan calon pada hari Rabu tanggal 26 Agustus,” kata ketua KPU Kalbar, Umi Rifdiyawaty, S.H,M.H melalui siaran persnya.

Hasil pencabutan nomor urut pasangan calon tersebut yakni, Kabupaten Melawi Nomor urut 1 pasangan calon bupati dan wakil bupati, Panji, S.Sos – Dadi Sunarya Usfa Yursa, A.Md, Nomor urut 2 pasangan calon bupati dan wakil bupati Firman Muntaco, S.H, M.H - Drs. John Murkanto Ajan, M.Si.

Kabupaten Sintang, Nomor urut 1 pasangan calon bupati dan wakil bupati, Agrianus, S. Sos, M.Si – Muhammad Chomain Wahab, S.H, Nomor urut 2 pasangan calon bupati dan wakil bupati, Drs Ignasius Juan, M.M- Drs. H. Senen Maryono, M.Si, Nomor urut 3 pasangan calon bupati dan wakil bupati, dr. H. Jarot Winarno, M.Med. PH – Drs. Askiman, MM.

Kabupaten Kapuas Hulu, Nomor urut 1 pasangan calon bupati dan wakil bupati, A.M. Nasir, S.H- Antonius L. Ain Pamero, S.H, Nomor Urut 2 pasangan calon bupati dan wakil bupati, Fransiskus Diaan, S.H – Andi Aswad, S.H.

Ketua KPU Kalbar juga menghimbau pasangan calon yang berstatus TNI/Polri maupun anggota DPRD, PNS, pejabat BUMN/BUMD harus mengundurkan diri sejak ditetapkan sebagai pasangan calon

“Surat pernyataan pengunduran diri tersebut dengan mengisi form Model BB-3. KWK bermaterai yang ditandatangani oleh yang bersangkutan dan diserahkan kepada KPU kabupaten setempat paling lama tiga hari sejak ditetapkan sebagai calon,” terangnya.

Lebih lanjut disampaikannya, berdasarkan ketentuan Pasal 68 ayat 1 dan 2 PKPU 12 tahun 2015, pasangan yang berstatus TNI/Polri, anggota DPRD, PNS , pejabat BUMN/BUMD wajib menyampaikan keputusan pejabat yang berwenang tentang pemberhentiannya paling lama 60 hari sejak ditetapkan sebagai calon.

“Jika sampai waktu yang ditentukan tidak menyerahkan surat keputusan pemberhentian dari pejabat yang berwenang, konsekuensinya pasangan calon tersebut dinyatakan tidak memenuhi syarat,” ujarnya.

Umi menghimbau pasangan calon yang berstatus sebagai TNI/Polri, anggota DPRD, PNS dan pejabat BUMN/BMUD dapat memanfaatkan waktu yang ada untuk menyelesaikan administrasi terkait surat keputusan pemberhentian dari jabatannya sekarang ini.

Ketua Kalbar juga menyampaikan terdapat dua kabupaten yang telah melaksanakan proses pencabutan nomor urut pasangan calon, yakni Kabupaten Melawi, Sintang dan Kabupaten Kapuas Hulu.

Hasil pencabutan nomor urut pasangan calon:
1. Kabupaten Melawi
Nomor urut 1 pasangan calon bupati dan wakil bupati, Panji , S.Sos – Dadi Sunarya Usfa Yursa, A.Md
Nomor urut 2 pasangan calon bupati dan wakil bupati, Firman Muntaco, S.H, M.H - Drs. John Murkanto Ajan, M.Si

2. Kabupaten Sintang
Nomor urut 1 pasangan calon bupati dan wakil bupati, Agrianus, S.Sos, M.Si – Muhammad Chomain Wahab, S.H.
Nomor urut 2 pasangan calon bupati dan wakil bupati, Drs Ignasius Juan, M.M - Drs. H. Senen Maryono, M.Si.
Nomor urut 3 pasangan calon bupati dan wakil bupati, dr. H. Jarot Winarno, M.Med. PH – Drs. Askiman, MM.

3. Kabupaten Kapuas Hulu
Nomor urut 1 pasangan calon bupati dan wakil bupati, A.M. Nasir, S.H- Antonius L. Ain Pamero, S.H.
Nomor Urut 2 pasangan calon bupati dan wakil bupati, Fransiskus Diaan, S.H – Andi Aswad, S.H.

 

sumber : http://kpu-kalbarprov.go.id

7 Kabupaten tetapkan Paslon sebagai Peserta Pemilihan

60logokalbar

kpu-kalbarprov.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) tujuh kabupaten yang melaksanakan Pilkada serentak telah menyelesaikan tahapan penetapan calon peserta pemilihan bupati dan wakil bupati, Senin (24/8). Tujuh kabupaten tersebut, yakni Kabupaten Kapuas Hulu, Melawi, Sintang, Sekadau, Bengkayang, Sambas dan Kabupaten Ketapang.

“Berdasarkan ketentuan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 2 tahun 2015 tentang jadwal dan tahapan pelaksanaan Pilkada gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati serta wali kota dan wakil wali kota, penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati dilaksanakan pada tanggal 24 Agustus 2015. Rapat pleno penepatan pasangan calon tersebut dilakukan secara tertutup,” kata Ketua KPU Kalbar, Umi Rifdiyawaty, S.H,M.H.

Hasil rapat pleno penetapan pasangan calon kata ibu Iif, KPU kabupaten menyampaikan kepada panitia pengawas pemilihan dan mengumumkan pada papan pengumuman dan laman website masing-masing KPU kabupaten.

“Selanjutnya pada tanggal 25 - 26 Agustus tujuh KPU kabupaten yang menggelar Pilkada akan melakukan pencabutan nomor urut pasangan calon bupati dan wakil bupati, selanjutya KPU kabupaten akan melaksanakan deklarasi kampanye berintegritas,” terangnya.

Bagi pasangan calon yang berstatus TNI/Polri maupun anggota DPRD, PNS, pejabat BUMN/BUMD harus mengundurkan diri sejak ditetapkan sebagai pasangan calon dengan mengisi form Model BB-3.KWK bermaterai yang ditandatangani oleh pasangan calon bersangkutan dan diserahkan kepada KPU kabupaten paling lama tiga hari setelah penetapan peserta pemilihan serta menyerahkan keputusan pemberhentian yang bersangkutan kepada KPU kabupaten paling lama 60 hari setelah penetapan peserta pemilihan.

Setelah tahapan pencalonan terlewati, tahapan selanjutnya adalah tahapan kampanye yang dimulai tiga hari setelah penetapan pasangan calon. ”Penetapan pasangan calon dilakukankan pada tanggal 24 Agustus 2015, maka aktivitas pertama kampanye dimulai tanggal 27 Agustus dan akan berakhir tiga hari sebelum hari pemungutan suara (9 Desember-red) yakni tanggal 5 Desember 2015,” imbuhnya.

Selama masa tenang, pasangan calon bupati dan wakil bupati tidak boleh melakukan kegiatan kampanye dalam bentuk apapun. “Sementara khusus kegiatan iklan kampanye di media cetak maupun media elektronik berlangsung selama 14 hari sejak tanggal 22 November sampai dengan tanggal 5 Desember. Pemasangan iklan di media sepenuhnya difasilitasi oleh KPU kabupaten, pasangan calon hanya membuat desain dan materinya saja,” ujarnya.

Rentang waktu pelaksanaan kampanye Pilkada serentak cukup panjang yakni sekitar 100 hari. Sehingga diharapkannya, dalam melakasanakan kegiatan kampanye pasangan calon peserta pemilihan dapat menerapkan prinsip-prinsip kampanye yang jujur, terbuka dan dialogis. “Harapannya kegiatan kampanye ini menjadi salah satu proses pendidikan politik bagi masyarakat,” harapnya.

Umi menambahkan, selama masa tahapan Pilkada berlangsung perlu pengawalan bersama semua elemen masyarakat. Mengingat aktivitas Pemilu tidak hanya menjadi aktivitas KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara pemilu. Tapi milik seluruh elemen masyarakat.

Daftar penetapan pasangan calon peserta pemilihan bupati dan wakil bupati tujuh kabupaten.

Kabupaten Sintang tiga pasangan calon:
1. Drs. Ignasius Juan, M.M – Drs. H. Senen Maryono, M.Si (Partai Pengusung PDIP, Demokrat, PAN, Hanura, PKPI, jumlah 17 kursi );
2. Agrianus, S.Sos, M.Si – Muhammad Choiman Wahab, S.H ( Partai Pengusung PKB, Gerindra, jumlah 9 kursi);
3. dr. H. Jarot Winarno, M.Med. PH – Drs. Askiman, M.M ( Partai Pengusung Partai Nasdem, Golkar, PPP, jumlah 9 kursi).

Kabupaten Ketapang Empat Pasangan Calon:
1. H. Andi Djamiruddin, M.Si – Chanisius Kuan (Partai Pengusung PDIP, Hanura, PKB, jumlah 16 kursi);
2. H. Boyman Harun, S.H – Drs H. Gurdani Achmad ( Partai Pengusung PAN, Nasdem, jumlah 9 kursi);
3. Ir. H. Darmansyah, M.M – Uti Rushan, ST (jalur perseorangan, jumlah dukungan 47, 254 jiwa);
4. Martin Rantan, S.H – Drs. Suprapto. S (jalur perseorangan, jumlah dukungan 52,555 jiwa).

Kabupaten Melawi Dua Pasangan Calon:
1. Panji, S.Sos – Dadi Sunarya Usfa Yursa, A.Md (Partai Pengusung PDIP, Hanura, Partai Nasdem, jumlah 8 kursi);
2. H. Firman Muntaco, S.H, M.H- Drs. John Murkanto Ajan, M.Si (Partai Pengusung Gerindra, Demokrat, PKB, PKS, PKPI, PAN jumlah 15 kursi).

Kabupaten Bengkayang Dua Pasangan Calon:
1. Sebastianus Darwis, S.E, M.M – Rurakhmad (Partai pengusung, PDIP, jumlah 6 kursi);
2. Suryadman Gidot, M.Pd – Agustinus Naon, S.Sos (Partai pengusung, Nasdem, Gerindra, Hanura, PAN, jumlah 13 kursi).

Kabupaten Sambas Tiga Pasangan Calon:
1. Tony Kurniadi, S.T, M.Si – Hj Eka Nurhayati, S.E (jalur perseorangan jumlah dukungan 63.336 jiwa );
2. H. Atbah Romin Suhaili, Lc – Hj. Hairiah, S.H, M.H (Partai Pengusung, PKS, Gerindra, PPP, Hanura, Jumlah 16 kursi);
3. dr. Hj. Juliarti Djuhardi Alwi, MPH – Ir. H. Hasanusi, M.M (Partai Pengusung, PAN, PDIP, Demokrat, Nasdem, PBB, jumlah 21 kursi).

Kabupaten Kapuas Hulu Dua Pasangan Calon
1. Fransiskus Diaan, S.H – Andi Aswad, S.H (Partai Pengusung, PDIP, Demokrat, Hanura, jumlah 9 kursi);
2. A.M. Nasir, S.H - Antonius L. Ain Pamero, S.H (partai pengusung, PPP, PKS, Nasdem, PKPI, PAN, PKB, Gerindra, jumlah 17 kursi).

Kabupaten Sekadau Tiga Pasangan Calon:
1. Rupinus, SH, M.Si – Aloysius, S.H, M.Si (partai pengusung, Demokrat, PDIP, PKPI, jumlah 13 kursi);
2. H. Pensong, SE, M.Si- Christian Amon, S.E (jalur perseorangan jumlah dukungan 23,846 jiwa);
3. Simson, S.KM, M.Kes – Drs Paulus Subarno, M.Si (partai pengusung Gerindra, Hanura, Nasdem, Jumlah kursi 11).

sumber : http://kpu-kalbarprov.go.id

Hasil Riset Analisis Pemahaman dan Perilaku Politik Masyarakat dan Pengaruhnya Terhadap Partisipasi Masyarakat Dalam Pemilihan Umum di Kabupaten Kubu Raya

Laporan Hasil Reset Partisipasi Masyarakat KPU KKR

Tujuh KPU Kabupaten Tutup Masa Pendaftaran Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati

40logokalbar

Tahapan pendaftaran pasangan calon pemilihan bupati dan wakil bupati di tujuh kabupaten se- Kalimantan Barat berakhir Selasa (28/7) kemarin. Terdapat 22 pasangan calon telah mendaftar ke KPU kabupaten yang melaksanakan Pilkada serentak tahun ini.

“Dari 22 pasangan calon yang mendaftar ke KPU di tujuh kabupaten terdapat 21 pasangan calon yang resmi diterima. Sementara satu pasangan calon di Kabupaten Ketapang dikarenakan dukomen syarat pencalonannya tidak lengkap, sehingga proses pendaftaran pasangan calon tersebut tidak dapat diterima KPU Kabupaten Ketapang,” kata Ketua KPU Kalbar, Umi Rifdiyawaty, S.H.M.H.

Menurutnya berdasarkan laporan dari KPU Kabupaten dari 21 pasangan calon yang pendaftarannya diterima KPU di tujuh kabupaten terdapat lima pasangan calon bupati dan calon wakil bupati yang mendaftar melalui jalur perseorangan. Sedangkan 16 pasangan calon lainnya diusung partai politik dan gabungan partai politik.

“Lima pasangan calon bupati dan wakil bupati dari jalur perseorangan tersebut, yakni tiga pasangan calon mendaftar di KPU Kabupaten Ketapangan sedangakan dua pasangan calon masing-masing mendaftar di KPU Kabupaten Sambas dan Kabupaten Sekadau,” jelasnya.

Adapun rincian 21 pasangan calon bupati dan wakil bupati yang diterima pendaftarannya tersebut antara lain di Kabupaten Ketapang terdapat lima pasangan calon, Kabupaten Sambas tiga pasangan calon, Kabupaten Bengkayang dua pasangan calon, Kabupaten Kapuas Hulu dua pasangan calon, Kabupaten Sekadau empat pasangan calon, Kabupaten Sintang tiga pasangan calon dan Kabupaten Melawi dua pasangan calon.

Ditambahkan Umi Rifdiyawaty, dari tujuh kabupaten yang melaksanakan Pilkada serentak jumlah pasangan calon yang mendaftar lebih dari satu pasangan calon.”Dengan demikian dipastikan KPU di tujuh kabupaten tidak melakukan perpanjangan masa tahapan pendaftaran,” tambahnya.

Selanjutnya KPU kabupaten akan melakukan penelitian terhadap dokumen pencalonan yang sudah disampaikan pada saat pendaftaran kemarin.” Kami menghimbau agar pasangan calon segera mempersiapkan segala dokumen yang belum lengkap untuk dilengkapi pada masa perbaikan, mengingat masa perbaikan yang sangat singkat yaitu mulai tanggal 4 sampai dengan 7 Agustus 2015,” imbaunya.

Mantan Ketua KPU Sambas ini menyampaikan, bahwa saat ini juga sedang berlangsung tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) pemutakhiran data pemilih yang dilakukan petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) di masing-masing desa/kelurahan.”Proses Coklit ini dilakukan PPDP sejak tanggal 15 Juli sampai dengan 19 Agustus 2015. Kami mengimbau masyarakat di tujuh kabupaten yang sedang dilakukan proses Coklit agar melapor ke PPS, PPK atau KPU kabupaten jika rumahnya belum dilakukan pencocokan dan penelitian oleh petugas PPDP. Rumah warga yang telah dilakukan Coklit akan ditempel striker Coklit oleh PPDP,” pungkasnya.

 

sumber : http://kpu-kalbarprov.go.id

Parpol Peserta Pemilu 2014

dpt-legislatif2-e1427718180502 dct-dpr-ri1-e1427718403386 dct-dpd-ri1-e1427718485266 dct-dprd-provinsi1-e1427718580728 dct-dprd-kabupaten1-e1427719438801 scan-c1-legislatif1-e1427719699166 dpt-pilpres-e1427720419916 dpkhusus-pilpres-e1427720525741 scan-c1-pilpres2-e1427720803793

BERITA TERBARU